Friday, January 11, 2019

[ESSAY EDCONEX] PEMUDA BERKARAKTER SEBAGAI KUNCI MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN BANGSA


Siti Nur Uswatun Hasanah-1607807
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya



Dewasa ini hampir setiap hari didapati berita mengenaskan di media massa, baik melalui media elektronik (televisi, radio, atau internet) maupun media cetak (koran, tabloid, majalah, dan lain-lain). Hampir setiap hari berita tentang tindak kekerasan, kejahatan seksual, korupsi, maupun penyalahgunaan narkotika disuguhkan oleh media massa. Banyak sekali berita mengenaskan yang disuguhkan seperti pejabat terlibat korupsi, tawuran antar warga, tawuran antar pelajar, tawuran antar supporter olah raga, tawuran antar sesama penonton pertunjukkan musik, remaja terlibat narkoba, nyontek pada saat ujian nasional, dan lain-lain. Fenomena ini sungguh sangat mengenaskan, seakan berada dalam kehidupan zaman primitif yang masih jauh dari masyarakat yang berperadaban. Apakah ini merupakan hasil dari proses kualitas pendidikan bangsa selama ini?
Potret buram kondisi pemuda saat ini nampak jelas di depan kita. Berbagai masalah yang mereka anggap sudah lumrah dan biasa terjadi di kalangan pemuda, Mereka berlomba- lomba berkiblat pada dunia barat dan menikmati arus negatif modernisasi. Melakukan hal yang menyimpang seperti itu mereka anggap sudah biasa. Miris sekali ketika melihat kaum muda indonesia. Masalah urgent terebut perlu diatasi saat ini juga, dengan meningkatkan mutu pendidikan bangsa untuk masyarakat oleh kaum muda indonesia yang berkarakter unggul dan mempunyai intelektual dalam menanggapi hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan.
Secara fitrah, masa muda bukanlah masa dimana harus bersenang-senang dengan arus negatif modernisasi saat ini. Tetapi, masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan yang bermutu dan berdaya saing tinggi untuk masyarakat. sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda, dan pemikiran kritis mereka sangat didambakan masyarakat. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda sekarang ini. Jika pemuda indonesia di era sekarang ini masih menyimpang dari nilai, norma dan agama bagaimana akan memajukan pendidikan bangsa. Lalu pertanyaannya sekarang, pemuda yang seperti apakah yang dapat meningkatkan mutu pendidikan bangsa?
Masih ingatkah apa yang dikatakan Bung Karno? Ya, “ Berikan aku sepuluh pemuda, aku sanggup  merubah dunia.” Pemuda memiliki peranan yang besar untuk melakukan suatu perubahan dan untuk menjaga harkat-martabat bangsa serta memajukan bangsa dan Negara. Peradaban  dan  kemajuan suatu  bangsa ditentukan oleh kualitas dan mentalitas pemudanya. Pemuda adalah agen perubahan sosial (agent of social change). karena pemuda selaku insan akademis, dipandang memiliki kekuatan intelektual yang lebih sehingga kepekaan dan nalar yang rasional diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan dan sosial dimasyarakat. konstribusi pemuda sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan.
Walaupun pada era sekarang ini arus globalisasi begitu pesat. Tidak menutup kemungkinan bahwa pemuda dapat memajukan sebuah bangsa selama pemuda itu berkarakter unggul sesuai dengan nilai-nilai luhur falsafah pancasila dan menjadi pribadi-pribadi yang berbudi pekerti luhur serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa, dibangun dengan kualitas tinggi, mentalitas kuat, dan kejujuran yang melekat. Mampu memberikan warna baru dalam merubah perkembangan bangsa ini. Perubahan yang dilakukan oleh pemuda yang berkarakter bukan hanya dalam bidang pedidikan saja, namun di bidang lainnya juga seperti sosial, budaya, ekonomi dan politik kearah perubahan yang lebih baik.
Peran pemuda bangsa Indonesia sebenarnya sudah termaktub dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan dan pasal 16 tentang peran pemuda menjelaskan bahwa “Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan sosial”. Karena itu sesungguhnya generasi muda Indonesia dipandang sebagai suatu identitas yang berpotensial dalam membangun bangsa di masa depan. Jati diri pemuda sebagai kunci sukses memajukan pendidikan bangsa dan karakter pemuda menentukan karakter pendidikan bangsa. Selama tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak pemuda, selama pemuda sebagai motor penggerak bangsa, selama karakter pemuda masih terjaga, selama agent of social change yang masih melekat pada jati diri pemuda bukanlah sebatas slogan-slogan demonstrasi saja, dan selama pemuda masih tampil di garda terdepan dalam pembangunan bangsa, selama itu pula NKRI tetap jaya.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa permasalahan potret buram pemuda sekarang ini perlu diatasi dengan meningkatkan mutu pendidikan bangsa bukan hanya itu tapi peran serta tri pusat pendidikan dalam menjaga karakter pemuda indonesia agar menjadi agen perubahan yang berkualitas dengan karakter unggul dan intelektual yang cerdas merupakan dua tujuan utama dalam membangun pendidikan bangsa. dan selama pemuda masih di sebut agen perubahan sosial selama itu pula pemuda harus bergerak melakukan suatu perubahan yang dapat memajukan pendidikan bangsa karena. Rasulullah SAW. bersabda: “Ambillah kesempatan lima sebelum lima: muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati, dan senggang sebelum sibuk”. (HR. Al-Hakim dan Al Baihaqi). Jadi, selama pemuda sebagai kekuatan penentu perjalanan bangsa di masa berikutnya. Mulailah memperbaiki keadaan pendidikan di indonesia dari lingkup kecil terlebih dahulu dengan karakter unggul, intelektual cerdas, dan mentalitas kuat.
Dan sesungguhnya keberhasilan gerakan pemuda dalam memajukan bangsa sudah ada sejak dahulu kala. Ketika teks sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 diikrarkan oleh para pejuang pemuda. Yang mempunyai karakter jiwa nasionalisme cinta tanah air dan daya kredibilitas yang sangat tinggi pada waktu itu. Kemudian mereka bersatu padu demi memerdekakan bangsa Indonesia, dari kekejaman para penjajah. Karena saat itu mereka melihat sebuah ketidakadilan, ketidaksesuaian dari apa yang seharusnya dilakukan. Harapan bangsa pada waktu itu ada ditangan pemuda. Alhasil Peristiwa Sumpah Pemuda telah menunjukkan bukti nyata bahwa dengan karakter diri para pemuda sesuai dengan berdasarkan nilai-nilai falsafah pancasila. Dan keinginan kuat, mentalitas kuat serta kredibilitas yang tinggi mereka para pemuda telah berhasil mencapai cita-cita kemerdekaan. Maka untuk para generasi muda Indonesia dapat mengambil hikmah dari sejarah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk bisa bergerak membangun pendidikan bangsa saat ini juga dengan karakter yang unggul, intelektual yang cerdas, mentalitas kuat, rasa nasionalisme yang tinggi, dan dengan nilai-nilai falsafah pancasila.


REFERENSI:

Lickona, T. (2015). Educating For Character, Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Mulyana, R. (2004). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: ALFABETA.

Mulyasana, D. (2012). Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rasyidin, W. dkk. (2014). Landasan Pendidikan. Bandung: Sub Koordinator MKDP Landasan Pendidikan.

Satries, S.I. (2009). Peran Serta Pemuda Dalam Pembangunan Masyarakat. Jurnal: Madani,

Supardi, U.S. (2012). Arah Pendidikan Indonesia Dalam Tataran Kebijakan Dan Implementasi. Jurnal: Formatif, 2 (2) hlm. 111-112.

Widiya Wiwid Ningtyas. (2014, 15 Februari). Peran Mahasiswa Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Kompas,